#under_header{ float:left; width:100%; } #under_header1{ float:left; width:25%; } #under_header2{ float:left; width:25%; } #under_header3{ float:left; width:25%; } #under_header4{ float:right; width:25%; }

Senin, 06 Agustus 2012

Cara Sederhana Modifikasi Motor Supaya Agak Kencang

1. Piston. Untuk memodifikasi motor Anda agar menjadi lebih cepat lajunya, Anda harus mengurangi berat piston sehingga tenaga motor meningkat karena tenaga yang hilang untuk melawan berat piston. Untuk mengurangi berat piston, Anda bisa memotong bagian bawah dari piston, besarnya bagian yang dipotong tersebut sudah tertentu (pasti) dan tiap sepeda motor tidak sama.
2. Kepala Silinder. Dalam proses modifikasi motor Anda, kompresi ruang bahan bakar sangat menentukan tenaga yang dihasilkan. Prinsipnya, semakin tinggi kompresi bahan bakar semakin besar tenaga yang dihasilkan. Untuk mempertinggi kompresi ruang bakar dapat dilakukan dengan mengurangi volume ruang bakar. Pada sepeda motor umumnya, hal ini dilakukan dengan menggerinda kepala silinder sehingga ruang bakar berkurang dan kompresinya meningkat.
3. Lubang Pembilasan. Jumlah gas baru campuran  bensin dan udara yang dimasukkan ke ruang bakar sangat menentukan ternaga motor yang dihasilkan. Semakin banyak gas yang dimasukkan berarti kepadatan gas semakin tinggi sehingga tekanan kompresi naik dan pembakaran lebih baik. Untuk mencapai hal itu, lubang pembilasan (pemasukkan) diperluas agar jumlah gas baru yang masuk lebih  banyak. Perluasan lubang bilans tersebut harus tetap pada batas-bataa tertentu dan disertai pula modifikasi di bagian lain. JIka hal itu tidak dilakukan maka motor bukannya bertambah tenaganya, tapi justru menjadi rusak.
4. Sistem Kelistrikan. Tenaga listrik pada motor kebyakan 6 volt. Tagangan tersebut dapat diubah menjadi 12 volt dengan mengubah system kelistrikannya. Dengan tegangan 12 volt, lampu-lampu menjadi lebih terang, klakson menjadi lebih keras dan bunga api busi menjadi lebih besar.
5. Rocker Arm. Rocker arm atau lengan penumbuk katup juga berfungsi untuk meneruskan gerakan dari batang penekan (push rod) atau dari poros pam sehingga katup bisa membuka dan menutup. Rocker arm yang baik adalah yang ringan tapi kuat. Jika pemotongan rocker arm berlebihan akan mengakibatkan rocker arm menjadi mudah patah.
6. Roda Gigi. Modif motor dilakukan dengan tujuan agar kecepatan sepeda motor bertambah pada tenaga mesin yang sama, roda gigi belakang harus diganti dengan ukuran diameter yang lebih kecil, jika roda gigi diganti dengan yang lebih kecil tentu saja panjang ranta roda harus dikurangi dan disetel.

Modifikasi Motor untuk Pemula


Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).
Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.
Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.
Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.
Tentu saja modif butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya…. So, kata kuncinya adalah modif ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.
Siapa yang tidak kepincut dengan motor modif ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.
Silahkan mencoba!
Contoh modifikasi edisi ini:
Model: MV Agusta F4+Yamaha R1
Aliran: Sport
Motor: Tiger 2000
Sok depan: Up-side down eks Cagiva Mito
Swingarm: Honda CBR400
Disk depan: Yamaha TZR125
Pelek dpn: Yamaha TZR125, 2,75-17
Pelek blkg: Yamaha TZR125, 3,50-17
Ban: Battlax, 100/80-17, 130/70-17
Footstep: Kawasaki Ninja
Knalpot: Karbon
Properti: Abrar Fitra

Buat sendiri Stop Lamp Led (Honda CS1)

Semoga sedulur semua selalu dalam Lindungan-Nya.  Beberapa waktu lalu, untuk mempercantik tunggangan saya memasang Stop Lamp Led yang saya dapat dengan membeli jadi alias tinggal pasang.  Seiring berjalannya waktu, dengan penggunaan sehari-hari, 7 dari 21 lampu mati.  Endingnya awal bulan kemarin mati semua, setelah cek ternyata kabelnya putus, saat memperbaiki kabel sekalian buka semua untuk mengecek kenapa ke 7 lampu mati, padahal untuk lampu led biasanya lifetimenya lama.  Ternyata ada beberapa kaki komponen & solderan patah. Karena malas memperbaiki timbul ide kenapa tidak bikin sendiri lagi saja :idea: .

Yup, konsepnya ingin seperti pada mobil (pernah lihat di jazz kalau tidak salah). Ada dua jalur lampu, saat standby bagian bawah menyala, dan saat rem bagian bawah dan bagian atas menyala (menyala semua).  Komponen yang saya Gunakan Cukup murah meriah, yaitu :
1. Lampu Led 30 buah @ Rp. 500,-
2. Resistor 330 Ohm 6 buah @ Rp. 100 ,-
2. PCB Matrix 1 Buah @ Rp. 2000,-
3. Kabel 3 Warna 1 meter @ Rp. 2000,-
4. Tenol 1 meter @ Rp. 2000 ,-
5. Solder Pinjaman @ Rp. 0 ,- :mrgreen:
Total : Rp. 21.600,- tapi mungkin untuk setiap daerah atau toko harga bisa berbeda-beda.
Untuk rangkaiannya saya buat seperti ini.

Untuk Jalur Rem & negatif (-) bisa diambilkan dari kabel stop Lamp standarnya, dan untuk jalur stand by saya mengambil dari saklar rem belakang, yang posisinya ada di dekat pijakan rem belakang.  Saya menggunakan masing-masing 2 buah resistor untuk di jalur rem & standby, karena awalnya perhitungan saya cukup 1 buah resistor 330 Ohm saja, ternyata nyalanya terang sekali :oops: , jadi saya tambahkan 1 resistor lagi, dengan tujuan tidak overload voltasenya supaya lifetime lebih lama. (ndak punya multitester jadi pakai felling saja :mrgreen: )

Design By sijidewe.wordpress.com
Mohon maaf untuk saat proses pembuatan saya lupa mengambil fotonya, karena saat itu hanya nyambi / sampingan di saat momong si kecil :D , dan hasilnya seperti ini.
Status : Stand By
Status : Lampu Rem menyala
Buat sedulur yang mau nyoba silahkan, design bisa sesuai selera masing-masing.
Selamat berkreatifitas. :D